Rabu, 02 April 2014

apa yang lebih pedih daripada ini
cinta yang tidak bisa bersama
terdengar seperti sebuah drama
tidak
aku tidak suka drama
tapi ini terlalu pedih
terlalu pedih untuk di tahan di dalam dada
terlalu sakit untuk dimengerti
sekarang biarlah
biar aku yang mengalah
biar aku yang pergi

Senin, 31 Maret 2014

curtain

sekarang semua tirai terbuka
sekarang semua nya jelas untuk dimengerti
tidak ada yang salah
hanya mungkin waktunya kurang tepat
aku lelah memanggilmu "kakak" dan berjalan di sampingmu sebagai seorang "adik"
aku ingin kau memandangku sebagai seorang wanita
yang siap dicintai
tapi bahkan disaat perasaan itu nyata adanya
kenapa tidak bisa saling memiliki?

aku telah menunggu untuk sekian lamanya
berharap aku bisa berada disampingmu sebagai orang yang kamu cintai
sebagai seorang wanita yang bersamanya kau akan habiskan sisa hidupmu

aku sangat mengerti
tidak mungkin bagimu meninggalkan dia yang ada ketika kita menjauh
dan  tidak mungkin bagiku mencintai orang yang telah mendua

aku benci mengakuinya
dan tidak mudah melakukannya
tapi aku tidak ingin menghancurkan apa yang ada diantara kalian

aku tidak ingin siapapun terluka
aku tidak ingin kamu berfikir terlalu banyak
ini bahkan perasaan yang aku selalu hindari

mungkin bukan ini waktu yang tepat
mungkin bukan denganku seharusnya kau berada
mungkin kita hanya bisa sebatas adik dan kakak
mungkin cinta tak berpihak padaku

selalu saja..
selalu seperti ini....

Kamis, 27 Maret 2014

Amnesia

thanks for the time you've been waste for me
thanks for the love i thought you gave
i do love it
thought i lost in dream.. yeah, thats may just a dream
now when i woke up, i realize it wasn't exist
the time we did, the words you spoke.
have i got rid of that?
they told me not to cry, i do not cry
i had more painful time than this
no im not broke
and there's no hollow in my heart
just hollow in my life
 i was dreamed, that someday he will run after me
someday i don't have to call him "big brother" but "dear.."
i was lost that i thought we can be together..
now just let it go... don't come, wish having married for child
now that i woke up
and i see it clearly
thanks...



did i just like a little girl who can't even feel love in your sight?
did you think im the one who you can play with?
did you think ....
may you have amnesia
may this was just a dream


love is always end like this
love, or even what we thought it was love
now the sun rising up
life goes on, even if im not with you
and all the hope that i wish for
and the hope that you wish for
and the hope that she lied on you


if you were me...


if you were me...


if you were me...



Selasa, 11 Maret 2014

when it called to love

saat kamu mencintai seseorang, cintailah dia dengan hatimu, meski kamu tidak tau apa yang akan terjadi besok atau besok lusa, meski kamu tidak pernah tahu apakah ini akan berakhir bahagia atau tidak. cintai. cinta seperti apa yang hatimu ingin kamu lakukan, cintai seperti apa yang seharusnya kamu rasakan, cinta adalah kebahagiaan, bersamanya, mendengar suaranya, melihat kedalam matanya. cinta adalah anugrah yang tidak seharusnya kita berdebat tentang benar atau salahnya rasa itu.

saat kamu mencintai seseorang, berhentilah berfikir apakah jalan ini baik atau buruk, karna kau hanya akan menambah keraguan... cintai... cintai seakan kau tidak bisa mencintainya lagi esok hari

saat kamu mencintai seseorang, kamu tidak akan pernah tau sampai kapan kamu bisa memilki perasaan itu, apakah akan berakhir atau lanjut, siapa yang tau? kamu bisa saja kehilangan dia sekarang, besok, lusa atau tidak sama sekali. karna selalu ada kemungkinan, namun kemungkinan itu juga sama besarnya.

mencintai atau tidak sama sekali adalah pilihan

yang perlu kamu lakukan, lihatlah kedalam hatimu dan temukan, apa yang sebenarnya dia ingin kamu rasakan

meski cinta kadang tidak seramah namanya, suatu hari nanti dia akan berdamai dengan kita

ketika aku mencintai seseorang, aku akan mempercayainya selagi aku ingin, aku akan memahami selagi aku bisa memahami, aku akan mengalah selagi aku memilikinya. meskipun aku tidak pernah bisa tau apa yang ada di dalam hati manusia, apakah dia sedang berbohong atau tidak, meskipun aku tidak pernah tau apakah yang dia katakan itu tulus dari dalam hatinya atau hanyalah kebohongan semata, hasrat tiba-tiba atau bahkan keterpaksaan, aku akan mempercayai selagi aku ingin mempercayainya, aku akan mempercayainya beribu ribu kali dan aku akan memahami sampai aku lelah memahami.

ketika aku mencintai seseorang, aku akan bertahan dan melakukan apa yang ingin hatiku lakukan, karna jika terlalu banyak berfikir. hatiku terasa sakit.

hati ku berkata : aku tidak ingin merasakan sakit, lagi

ketika aku mencintai seseorang, aku menikmati alunan lagu yang dinyanyikan oleh sang maha cinta, tidak perduli apakah itu benar atau salah, apakah dia yang terbaik atau bukan, apakah dia berbohong atau jujur. sungguh, aku akan lebih tidak perduli lagi.

aku akan mencintai sampai aku mati


Minggu, 19 Januari 2014

The Time



Hanya firasatku saja atau bagaimana.
Kalian terasa begitu jauh
Seakan tidak senang dengan kehadiranku
Aku kembali sendiri
Mungkin memang aku akan kembali sendiri
Begitukah manusia
Menemukan dan ditinggalkan
Waktu begitu kejam hari ini
Kejam untuk aku yang merana

Sabtu, 18 Januari 2014

a letter on birthday party



Cinta adalah kenangan, pada akhirnya cinta juga harus menghilang dan dibiarkan pergi dari tempatnya berdiam. Tanggal ini tahun kemaren mungkin adalah saat dimana aku terbangun di tengah malam, dengan hati berbunga, berharap jadi orang pertama yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ untukmu.

Tapi tanggal ini tahun sekarang, semua tidak pernah sama

Aku memang terjaga, sedari tadi aku tidak bisa tidur. Bukan, bukan karna aku menanti hari berganti untuk sekadar menghubungimu dan mengucapkan selamat atas bertambahnya umurmu, aku terjaga karna memang  aku harus terjaga, ada sesuatu yang harus aku lakukan.

Waktu berlalu begitu cepat. Seakan tidak ingin bertahan pada sisa hatiku yang kau buang, masih jelas di ingatanku bagaimana kau menghancurkannya. Setiap keping dari cinta yang kubangun untukmu. 

Aku masih ingat hari dimana semua yang kulakukan ternyata sia-sia, bahwa ketika itu kau mengatakan tidak ada cinta yang tersisa untukku, bahkan sedikitpun tiadalah rasamu untukku. 
 
Itu adalah hari yang terpedih bagiku, rusak sudah harga diriku sebagai seorang perempuan karnanya, menangis untuk sesuatu yang disebut cinta, mengoyak fikiranku beberapa bulan yang lalu dimana aku memohon hadirmu kembali dan semua yang bisa kau katakan adalah “aku mencintai yang lain”
Sungguh kau tidak bisa menimbang rasa

Seakan bumi bergetar, tiada hari yang lebih baik untukku setelah hari itu, kau bahkan tidak mau tau bagaimana aku melewatinya. Kau tidak tau bagaimana perasaan itu bercampur dalam detak jantungku, mengalir deras dalam rintihan nadiku, perasaan yang aku bahkan tidak mengerti apa itu sebenarnya, kebencian, kesedihan, ketakutan, kesepian ataukah perasaan kehilangan seseorang yang dulunya sangat berharga. Wahai bulan, kau tidak tau betapa berharganya kau bagiku saat itu.

Aku mencintaimu setulus hatiku, salahkah aku yang berharap suatu saat nanti kau bisa kumiliki seutuhnya? 

Tapi kau membalasku dengan begitu tajamnya, sayang

Kau terlalu jujur 

Kau merobek kepercayaanku atas cinta, kau membakar hasratku untuk dicintai sampai habis tak bersisa. Lalu kau menghilang dan pergi. 

Beberapa bulan berlalu, kudengar kau dekat dengan dia, dia yang kau pilih daripada aku. Lalu apakah yang kamu dapatkan dari cinta yang kau banggakan itu? Aku tidak tau kalau bahagiamu seperti itu, jikalau tau, tentulah kubiarkan kau mengejarnya sedari awal.

Lalu waktu berlalu, kau bahkan tidak mengingat ulang tahunku, kau melewatkannya. Kau tidak tau betapa pentingnya ulang tahun ke 17 itu bagiku, setidaknya kau datang untuk mengucapkan selamat. Hanya ketika aku mengutik dengan sedikit sindiran lantas kau mengucapkannya, setelah hari lahirku berlalu. Kau bahkan melupakannya.

Apa yang kau ingat? Hanya cinta mu kah? Hanya orang itukah? 

Kau bilang kau akan meninggalkan aku sendiri, kau bilang kau tidak akan pernah datang lagi, lantas kenapa kau mengajakku bicara kembali lewat messenger media sosial itu? Dimana janjimu soal melupakan? Kenapa jadi begitu naif?

Berada atau bicara denganmu tak pernah membuat otakku dingin, aku setengah mati berusaha menjaga agar emosiku tidak meluap, agar kiranya aku bisa menjadi seorang anak yang baik. Tapi kau membuatku bingung dengan ucapanmu yang diputar-putar.

Kau itu orang yang paling menyebalkan yang pernah aku kenal

Aku tidak bisa lagi melihatmu, mendengarmu, atau mengetahui keadaanmu, itulah alasan kenapa aku tidak ingin kita saling mengetahui. Aku benar lelah denganmu, dan aku membenci setiap apapun yang kau lakukan dan rasakan. Aku hanya ingin melupakannya, tapi otak ini tidak pernah berhenti berfikir tentang bagaimana caranya balas dendam jika kau ada. Aku secara tidak langsung menanti saat dimana kau benar-benar jatuh.

Aku tidak ingin memeliharanya, tidak ingin merasakan benci yang sebegitu dalamnya. Dan aku hanya ingin melewatkannya.

Aku tidak ingin mendengar cerita tentangmu, atau tentangnya atau tentang apapun yang berkaitan denganmu lagi.

Jadi pergilah. Sejauh mungkin. aku tidak bisa jadi seorang peri jika berada dekat denganmu terus.

Rabu, 11 Desember 2013

99 Cahaya



Hari ini adalah hari dimana pengumuman hasil ospe anatomi dikeluarkan, sedari pagi, hujan terus terusan turun hingga matahari hampir berada di tengah. Hujan membuat suasana menjadi dingin, sedingin ketakutan aku dan uul –teman sekamar ku- soal bagaimana hasil ospe dan mcq blok ini. ada yang penting dari sekadar angka itu, ada harapan dan mimpi yang dipertaruhkan didalamnya, bagi kami angka-angka itu adalah anak tangga demi anak tangga yang perlu disusun untuk mencapai langit.

Ketakutan menyerbu di dalam diri aku dan uul, hampir setengah hari itu aku mengeluhkan bagaimana hasil ospe ku, sembari berdoa dan menegadahkan tangan pada yang maha Esa, penuh tekanan, minggu ini adalah minggu-minggu yang penuh tekanan untuk aku, uul atau teman-teman pspd yang lain. Lelah dengan tekanan ini, aku mencoba menutupi kegelisahan dengan menonton kartun kesayangan, “fairy tale”

Allah lah yang tau bagaimana rasanya hatiku saat itu.

Seiring hujan berlalu dan sinar mentari bebas menembus bumi kembali, aku mendapatkan kabar bahwa kami berdua lulus ospe anatomi, dan sungguh itu membuat aku merasa cukup lega, meskipun aku belum bisa mencapai angka 9, meskipun kenaikanya sangatlah minim, aku bersyukur atas karunia ini, mungkin aku hanya perlu lebih banyak berusaha, mungkin hujan masih belum sepenuhnya reda di dalam hatiku, dan aku hanya perlu berusaha lebih keras lagi, agar cahayaku mampu bersinar dengan terang.

Hari ini isip lagi-lagi berterima kasih kepadaku, laki-laki jangkung itu mengatakannya seolah aku yang menyebabkan dia lulus, padahal dia tidak mengerti, dirinya sendiri lah yang membuat dia bisa lolos ospe anatomi dan ospe histology itu, aku hanya membantu sebisaku, aku tidak akan bisa menolong siapa-siapa, hanya mereka sendirilah yang mampu merubah apa yang ada pada diri mereka, mereka hanya belum menyadari kekuatan hebat yang bernama tekat.

Aku hampir melupakan tekadku sendiri ketika aku lebih memilih bermain dan memikirkan hal yang sebenarnya tidak begitu penting untuk difikirkan, mama benar, harusnya aku lebih focus dan tidak memikirkan hal lain selain belajar, tapi darah yang mengalir di dalam diriku tampaknya menginginkan itu, mereka bergejolak dalam diriku seperti tsunami besar yang meratakan dataran yang dilaluinya, mereka meneriakkan keinginanku, hasrat yang kukubur dalam-dalam, kata yang aku berusaha menahannya agar tidak keluar

“cinta”

Ya aku menginginkan hal itu, aku telah membiarkan sebuah lubang kosong menganga di dalam jiwaku tampa tau dia akan menyebarkan kesepian di relung hati terdalam, aku melihatnya, orang itu sangat dekat denganku, membuatku terbuai dalam sesuatu yang semu untuk sesaat, membuatku melupakan tekadku.

Lalu Allah menegurku dengan cara yang halus, Allah menegurku lewat nilai post test anatomi ku yang salah satunya terprint dengan tinta merah.

Allah menegurku agar aku menghentikan semua khayalan gila itu dan kembali pada tujuanku yang semula, Dia mengajarkanku betapa kegagalan itu menyedihkan, maka dari itu aku tidak boleh gagal. Menyakitkan ketika mengetahui temanmu dapat menuntaskan post test itu dengan sempurna sementara kamu tidak.

Tapi tidak ada yang salah dari rasa “sakit” itu, rasa sakit akan menyadarkanmu akan penderitaan, penderitaan akan mengajarkan kita untuk menghindari nya, dan berusaha menghindarinya membuat kita menemukan jalan untuk keluar sehingga kita tidak perlu merasakan rasa sakit itu, kekalahan kadang membuat kita menyadari kelemahan dan ketakutan kita, sehingga kelemahan itu bisa dikurangi perlahan-lahan,untuk memperbaiki apa yang salah sehingga kesalahan itu tidakakan terjadi lagi, tapi berkat itu aku seperti menemukan cahaya kembali menuju tekadku, tekad untuk menjadi lebih dan lebih lagi dari ini

Hari ini juga yaumil, kiki dan teman-teman dhems lain mengajakku nonton bioskop, ada yang menarik dari film yang kami tonton, judulnya “99 cahaya di eropa” , menonton ini membuat aku kembali pada mimpi ku semula, yah, mimpi ku untuk mengunjungi nya dan bersekolah di sana suatu hari nanti, salah satu impian terbesarku.

Suatu saat nanti aku ingin berada disana, merasakan dinginnya udara menembus kulitku, aku akan berada di sana, dibawah langit eropa yang bersahaja, di bawah langit yang sama dengan Mozart ataupun bethoven dulu, mencintai islam lewat sisa-sisa peninggalan peradapan nya yang makmur.

Suatu saat aku akan benar-benar menyentuh pepohonan itu, berlari menuju bukit dan memandang seluruh kota dari atas, eropa…..

Eropa adalah mimpi yang memanggil jiwaku menari kepadanya.

Sekarang, diantara kegelisahan hasil mcq blok. Si itik buruk rupa ini berdoa kepada Allah yang maha kuasa supaya diberikan jalan menuju mimpi-mimpi itu, mimpi yang rasanya susah untuk didapatkan, mimpi yang membuat aku hidup.

Aku berharap semua impianku akan terpenuhi.

Lulus mcq, mendapatkan nilai yang bagus, mendapatkan beasiswa itu, sekiranya Allah memberiku kesempatan untuk menjadi seorang asisten dosen
 
Lulus kedokteran tepat waktu tampa mengulang blok

Lalu suatu hari nanti aku akan menemukan jalan

Jalan menuju eropa

Selasa, 10 Desember 2013

Antara Cinta dan Ospe




Minggu ini aku disibukkan dengan yang namanya OSPE, blok 1.2 udah hampir berakhir dan sekarang adalah waktunya ‘eksekusi mati’
 
Penderitaan selama ospe dan akibat efek semedi berkepanjangan, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau cinta itu sama aja kayak ospe.yah.. cinta itu seperti ospe

a.  cinta itu seperti ospe, sama-sama bisa bikin orang susah tidur kalo mikirinnya. serasa hidup gak nyaman gitu

b.  cinta itu seperti ospe, kau tidak akan tau apa yang akan kau hadapi. cukup berdoa dan berusaha, berharap "waktu" berpihak pada kita


c.  cinta itu seperti ospe, alurnya menyakitkan dan sekali terjebak di dalamnya kita tidak kuasa keluar kembali

d. cinta itu seperti ospe, kadang kau harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil sempurna


e.  cinta itu seperti ospe, awalnya jantung akan terasa berdebar keras dan kita akan hanyut pd alurnya tanpa memperdulikan org lain

f.  cinta itu seperti ospe, kita datang, kita singgah, lalu ketika waktunya tiba kita juga harus meninggalkannya mau tidak mau


g.  cinta itu seperti ospe, terkadang kau tidak bisa menjawab dengan benar dalam waktu yang sedikit

h.  cinta itu seperti ospe. kita tidak bisa bertahan dalam keraguan atau kita akan gagal


i.  cinta itu seperti ospe, harus mengerti dan menjawab semua tantangan dengan cepat atau waktu mu akan habis dan cinta itu tertinggal diblakang

j.  cinta itu seperti ospe,
kita datang, kita singgah, kita berhadapan
namun ketika waktunya tiba kita juga harus meninggalkannya mau tidak mau

k.  cinta itu seperti ospe
pada awalnya waktu lah yg mempertemukan kita, lalu waktu juga yang memisahkan kita
dan kita bahkan tidak punya kesempatan untuk mengembalikan waktu dan memperbaiki kesalahan ketika waktu itu berlalu