Rabu, 11 Desember 2013

99 Cahaya



Hari ini adalah hari dimana pengumuman hasil ospe anatomi dikeluarkan, sedari pagi, hujan terus terusan turun hingga matahari hampir berada di tengah. Hujan membuat suasana menjadi dingin, sedingin ketakutan aku dan uul –teman sekamar ku- soal bagaimana hasil ospe dan mcq blok ini. ada yang penting dari sekadar angka itu, ada harapan dan mimpi yang dipertaruhkan didalamnya, bagi kami angka-angka itu adalah anak tangga demi anak tangga yang perlu disusun untuk mencapai langit.

Ketakutan menyerbu di dalam diri aku dan uul, hampir setengah hari itu aku mengeluhkan bagaimana hasil ospe ku, sembari berdoa dan menegadahkan tangan pada yang maha Esa, penuh tekanan, minggu ini adalah minggu-minggu yang penuh tekanan untuk aku, uul atau teman-teman pspd yang lain. Lelah dengan tekanan ini, aku mencoba menutupi kegelisahan dengan menonton kartun kesayangan, “fairy tale”

Allah lah yang tau bagaimana rasanya hatiku saat itu.

Seiring hujan berlalu dan sinar mentari bebas menembus bumi kembali, aku mendapatkan kabar bahwa kami berdua lulus ospe anatomi, dan sungguh itu membuat aku merasa cukup lega, meskipun aku belum bisa mencapai angka 9, meskipun kenaikanya sangatlah minim, aku bersyukur atas karunia ini, mungkin aku hanya perlu lebih banyak berusaha, mungkin hujan masih belum sepenuhnya reda di dalam hatiku, dan aku hanya perlu berusaha lebih keras lagi, agar cahayaku mampu bersinar dengan terang.

Hari ini isip lagi-lagi berterima kasih kepadaku, laki-laki jangkung itu mengatakannya seolah aku yang menyebabkan dia lulus, padahal dia tidak mengerti, dirinya sendiri lah yang membuat dia bisa lolos ospe anatomi dan ospe histology itu, aku hanya membantu sebisaku, aku tidak akan bisa menolong siapa-siapa, hanya mereka sendirilah yang mampu merubah apa yang ada pada diri mereka, mereka hanya belum menyadari kekuatan hebat yang bernama tekat.

Aku hampir melupakan tekadku sendiri ketika aku lebih memilih bermain dan memikirkan hal yang sebenarnya tidak begitu penting untuk difikirkan, mama benar, harusnya aku lebih focus dan tidak memikirkan hal lain selain belajar, tapi darah yang mengalir di dalam diriku tampaknya menginginkan itu, mereka bergejolak dalam diriku seperti tsunami besar yang meratakan dataran yang dilaluinya, mereka meneriakkan keinginanku, hasrat yang kukubur dalam-dalam, kata yang aku berusaha menahannya agar tidak keluar

“cinta”

Ya aku menginginkan hal itu, aku telah membiarkan sebuah lubang kosong menganga di dalam jiwaku tampa tau dia akan menyebarkan kesepian di relung hati terdalam, aku melihatnya, orang itu sangat dekat denganku, membuatku terbuai dalam sesuatu yang semu untuk sesaat, membuatku melupakan tekadku.

Lalu Allah menegurku dengan cara yang halus, Allah menegurku lewat nilai post test anatomi ku yang salah satunya terprint dengan tinta merah.

Allah menegurku agar aku menghentikan semua khayalan gila itu dan kembali pada tujuanku yang semula, Dia mengajarkanku betapa kegagalan itu menyedihkan, maka dari itu aku tidak boleh gagal. Menyakitkan ketika mengetahui temanmu dapat menuntaskan post test itu dengan sempurna sementara kamu tidak.

Tapi tidak ada yang salah dari rasa “sakit” itu, rasa sakit akan menyadarkanmu akan penderitaan, penderitaan akan mengajarkan kita untuk menghindari nya, dan berusaha menghindarinya membuat kita menemukan jalan untuk keluar sehingga kita tidak perlu merasakan rasa sakit itu, kekalahan kadang membuat kita menyadari kelemahan dan ketakutan kita, sehingga kelemahan itu bisa dikurangi perlahan-lahan,untuk memperbaiki apa yang salah sehingga kesalahan itu tidakakan terjadi lagi, tapi berkat itu aku seperti menemukan cahaya kembali menuju tekadku, tekad untuk menjadi lebih dan lebih lagi dari ini

Hari ini juga yaumil, kiki dan teman-teman dhems lain mengajakku nonton bioskop, ada yang menarik dari film yang kami tonton, judulnya “99 cahaya di eropa” , menonton ini membuat aku kembali pada mimpi ku semula, yah, mimpi ku untuk mengunjungi nya dan bersekolah di sana suatu hari nanti, salah satu impian terbesarku.

Suatu saat nanti aku ingin berada disana, merasakan dinginnya udara menembus kulitku, aku akan berada di sana, dibawah langit eropa yang bersahaja, di bawah langit yang sama dengan Mozart ataupun bethoven dulu, mencintai islam lewat sisa-sisa peninggalan peradapan nya yang makmur.

Suatu saat aku akan benar-benar menyentuh pepohonan itu, berlari menuju bukit dan memandang seluruh kota dari atas, eropa…..

Eropa adalah mimpi yang memanggil jiwaku menari kepadanya.

Sekarang, diantara kegelisahan hasil mcq blok. Si itik buruk rupa ini berdoa kepada Allah yang maha kuasa supaya diberikan jalan menuju mimpi-mimpi itu, mimpi yang rasanya susah untuk didapatkan, mimpi yang membuat aku hidup.

Aku berharap semua impianku akan terpenuhi.

Lulus mcq, mendapatkan nilai yang bagus, mendapatkan beasiswa itu, sekiranya Allah memberiku kesempatan untuk menjadi seorang asisten dosen
 
Lulus kedokteran tepat waktu tampa mengulang blok

Lalu suatu hari nanti aku akan menemukan jalan

Jalan menuju eropa

Selasa, 10 Desember 2013

Antara Cinta dan Ospe




Minggu ini aku disibukkan dengan yang namanya OSPE, blok 1.2 udah hampir berakhir dan sekarang adalah waktunya ‘eksekusi mati’
 
Penderitaan selama ospe dan akibat efek semedi berkepanjangan, aku menyadari dengan sesadar-sadarnya kalau cinta itu sama aja kayak ospe.yah.. cinta itu seperti ospe

a.  cinta itu seperti ospe, sama-sama bisa bikin orang susah tidur kalo mikirinnya. serasa hidup gak nyaman gitu

b.  cinta itu seperti ospe, kau tidak akan tau apa yang akan kau hadapi. cukup berdoa dan berusaha, berharap "waktu" berpihak pada kita


c.  cinta itu seperti ospe, alurnya menyakitkan dan sekali terjebak di dalamnya kita tidak kuasa keluar kembali

d. cinta itu seperti ospe, kadang kau harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil sempurna


e.  cinta itu seperti ospe, awalnya jantung akan terasa berdebar keras dan kita akan hanyut pd alurnya tanpa memperdulikan org lain

f.  cinta itu seperti ospe, kita datang, kita singgah, lalu ketika waktunya tiba kita juga harus meninggalkannya mau tidak mau


g.  cinta itu seperti ospe, terkadang kau tidak bisa menjawab dengan benar dalam waktu yang sedikit

h.  cinta itu seperti ospe. kita tidak bisa bertahan dalam keraguan atau kita akan gagal


i.  cinta itu seperti ospe, harus mengerti dan menjawab semua tantangan dengan cepat atau waktu mu akan habis dan cinta itu tertinggal diblakang

j.  cinta itu seperti ospe,
kita datang, kita singgah, kita berhadapan
namun ketika waktunya tiba kita juga harus meninggalkannya mau tidak mau

k.  cinta itu seperti ospe
pada awalnya waktu lah yg mempertemukan kita, lalu waktu juga yang memisahkan kita
dan kita bahkan tidak punya kesempatan untuk mengembalikan waktu dan memperbaiki kesalahan ketika waktu itu berlalu

Change ....



Aku baru sadar kalau ternyata aku itu jaraaaaaaaaaaaang banget ngepost entri di blog aku ini, jadi sepi gitu

Aku juga sadar kalau ternyata blog aku tu udah penuh dengan dedaunan dedaunan kering di mana-mana, berkas reruntuhan prasejarah, tulang-tulang dinosaurus berserakkan dan keping-keping hati jejomloers yang hancur tersebar di seluruh sudut blog usang ini saking jarangnya aku inepin. udah kayak rumah di tinggal gitu.

Anyway ini waktunya berubah!

Ngomongin soal perubahan, gak kerasa aja ini udah bulan terakhir di tahun 2013, tahun yang banyak banget berpengaruh dengan hidup aku, banyak perubahan-perubahan besar di aku terjadi tahun ini kayak misalnya kelulusan aku dari SMA, jadi anak kuliah, udah mahasiswi kedokteran semester awal, dan sekarang udah sibuk sibuk aja mikirin ospe dan mcq yang nentuin banget IP akhir semester ini, juga tentang cinta dan kehidupan pribadi aku, ada banyak yang berubah, ada banyak yang merubah, tahun ini adalah tahun titik balik di mana sara ashari yang dulu bukanlah sara ashari yang sekarang

Gak, aku gak ngomongin soal aku yang ngelakuin requip dan jadi power ranger or something kayak gitu, ini soal aku yang jadi lebih ‘dewasa’

Ecieeee… prok.prok.prok

Tapi beneran, tahun ini mungkin tahun yang penuh kenangan dan tahun yang beneran take a part sebagai tahun penuh perubahan.

Seperti yang aku katakan aku lulus SMA tahun ini, aku dapat ranking tertinggi di sekolah untuk nilai UN dan UAS, meskipun jauh sekali dari siswi bali yang jadi juara satu se Indonesia itu, tapi hal itu sudah membuatku tersenyum lebar.

Aku ingat tiap hari yang aku lewati bersama teman-teman ku semasa SMA, aku ingat waktu dimana aku dan panitia 9 –sebutan untuk anggota kami yang berjumblah Sembilan orang- berkumpul sambil membicarakan gossip terpanas saat itu, aku ingat bagaimana kami dengan semangat bicara soal si anu yang merebut si ani dari si ano, juga intrik intrik dan permasalahan lain

Aku ingat kita tertawa dan bernyanyi bersama, bertengkar dan berdebat di dalam kelas, aku ingat aku yang berlarian di dalam kelas, berbicara, menari-nari di depan kelas, membuat keonaran yang terkadang menimbulkan perselisihan. Aku ingat cerita yang mereka hembuskan kepadaku. Aku ingat kita berlarian menuju kantin di atas kelas ketika jam istirahat tiba hanya untuk mendapatkan sepiring nasi dan tempat duduk, aku ingat tiap orang yang aku berbicara kepadanya dan berbagi perasaan kepada mereka. Aku ingat, aku tidak pernah lupa sedikitpun.

Tahun ini meski sebentar, akhirnya aku bisa memiliki seseorang yang aku cintai dari lubuk hatiku, dia yang menyemangatiku untuk berubah seperti ini, aku tidak pernah menyesal pernah bersamanya, aku tidak pernah menyesal menghabiskan waktuku dengannya, tidak, aku tidak menyesal sama sekali, jikapun ada itu hanyalah aku yang menyesali diriku sendiri yang tidak mampu menjadi sosok yang diinginkan dia, aku yang tidak mengerti apa yang dia mau, mungkin hanya itu saja. Meskipun sebentar dan berakhir menyedihkan, aku bersyukur memiliki waktu bersamanya, dia yang mengajariku berhijab, dia yang merubah aku seperti ini, dia yang mengembalikan aku menjadi seorang ‘wanita’, meskipun ternyata baginya cinta itu tidak pernah ada, toh dia pernah menjadi salah satu alasan kenapa aku ingin menjadi seorang dokter, ah tidak. Dia tetap menjadi salah satu alasan kenapa aku ‘harus’ jadi dokter.

Hidupku berlanjut meski apapun yang terjadi, selama bumi ini berputar dan selama masih ada waktu, sejauh itu juga perjalanan ini akan kulalui. Hal yang ajaib terjadi ketika akhirnya aku yang bahkan belum memikirkan mau jadi apa aku setelah lulus SMA ini, tiba-tiba terperangkap di dalam fakultas kedokteran sebuah universitas negeri di jambi. Yah, Allah benar menuntunku dalam jalan kebenarannya, atas doa orang tuaku dan bimbingan-Nya, aku mengalami hari hari berbeda sebagai seorang mahasiswi, bukan hanya siswi lagi.

Di tahun ini gak terasa aku udah 17 tahun, aku dapetin perayaan ulang tahun terbaik dari orang-orang yang aku sayangi dan menyayangi aku, meskipun itu bukanlah pesta ulang tahun yang bertabur bintang, yang dirayakan secara besar-besaran atau apapun yang diayangkan seorang remaja untuk hari ulang tahun ke 17 nya. Aku mendapatkan lebih dari apa yang aku harapkan 

Aku mendapatkan teman-teman baru, di lingkungan baru ini aku menemukan orang-orang yang menyayangiku, meskipun mungkin aku bukan berasal dari golongan yang sama dengan mereka, tapi mereka memperlakukan aku dengan baik, aku senang berada di antara orang-orang ini, aku bersyukur memiliki mereka, aku bersyukur atas hidup yang diberikan oleh Tuhan YME, yang aku bisa bertemu dan berteman dengan banyak orang, yang aku tertawa dan berbagi perasaan bersama mereka, karna aku sadari aku tidak ada apa-apanya jika sendiri, aku kuat karna ada orang-orang yang berdiri di belakangku dan menyemangatiku

Aku tidak tau bagaimana menungkapkannya

Aku senang aku telah di lahirkan di dunia ini

Meski hidup ini tidak begitu mudah, meski akan selalu ada air mata di antara tawa, meski pertemuan akan disusul perpisahan, meski aku terjatuh aku akan bangkit lagi, aku akan tetap hidup sampai semua mimpi-mimpi ku tercapai.

Aku sadar aku hanya setitik kecil dari bagian bumi ini, aku sadar aku sekarang bukan siapa-siapa, keberadaanku mungkin tidak disadari. Tapi suatu hari nanti aku akan membuat dunia memperhatikanku, aku akan membuat dunia mengakui keberadaanku, dengan caraku sendiri.

Suatu hari nanti aku akan melihat waktu berpihak kepadaku dan langit tersenyum menyambutku

Meskipun sekarang rasanya hati ini tak tenang akibat hasil ospe anatomi dan mcq yang belum keluar, ah, mugkin aku terlalu banyak bicara. Tapi terserahlah
Di blog ini, aku adalah aku yang sebenarnya… J

Minggu, 24 November 2013

:)

The TRUTH



Minggu, 24 november 2013

Hari ini rintik rintik hujan berjatuhan di sekeliling, air hujan yang dingin itu membuat suasana di kolam itik menjadi lebih beku, tidak,,, mungkin karna kabar yang dihembuskan langsung membuat si itik merasa gundah. Atau karna kenyataan bahwa apa yang selama ini difikirkan, semua yang dikira benar adalah sebuah kesalahan.

Langit begitu gelap, mungkin segelap itulah perasaan sang itik, seharusnya sejak awal dia mengerti bahwa ‘tidak’ seorang pun bisa menerimanya dengan keadaan yang seperti itu, bahkan mengharapkan seseorang dari sekumpulan calon angsa putih adalah kesalahan terbesar. 

Hatinya sakit, sesakit saat dia mencoba kembali mempercayai ada yang tersisa untuknya namun itu menghilang saat itu juga, bukan sesuatu yang ada di masa lalu yang menguncang perasaannya, namun bukankah ‘tidak’ sudah dapat menjelaskan bagaimana perasaan seseorang?

Bagaimana dia bisa dengan mudah mengatakannya? Bagaimana dia selama ini terbaca namun ternyata dia tidak pernah terbaca? Sesimple saat dia mengatakan ‘tidak’ . kau pasti sudah tau jawabannya kan? Hey itik, tidak ada yang tersisa untukmu dari sesuatu yang kamu panggil di kala sepi itu, dari sesuatu yang kau sebutkan di kala gundah. 

Mungkin memang tidak ada yang bisa, menjadi teman hati di kala sedih, mungkin karna tidak seperti yang lainnya, karna tidak ada yang bisa di banggakan. Perasaan seperti itu tidak pernah mendekatinya
Sekarang semua jelas adanya, seperti kekonyolan 11 bulan yang lalu, saat itik itu mempercayai dan terkhianati, seharusnya si itik lebih tau

Seharusnya dia mulai mempercayai sepenuhnya bahwa ‘diam’ bukan berarti dia sedang berfikir untuk ‘mendiamkannya’ namun memang karna tidak ada.

Harusnya itik lebih percaya pada sesuatu yang tampak.

Hari ini seperti hujan yang terus terusan turun sampai maghrib menjelang, sampai pada kegelapan yang menyambut, adalah hati itik yang sebenarnya….