Sabtu, 31 Agustus 2013

Dr. Yuwono



Seseorang pernah menanyakan kepadaku



“kenapa kamu ingin menjadi dokter ? “



Lalu aku terdiam sejenak dan memikirkan alasannya…..


              Beberapa hari kegiatan materikulasi berlangsung, aku mulai berfikir bahwa ini memang tidak akan semudah seperti apa yang sebelumnya terfikirkan. Dokter-dokter itu menyadarkanku bahwa bidang ini tidak sama seperti yang lain, sesuatu seperti jika kami bermain-main maka kami akan gagal, bahkan mungkin menyebabkan kematian terhadap orang lain. Dan aku menyadari dari ekspresi wajah dan perkataan mereka, bahwa mereka tidak sedang berbohong  untuk sekedar menakut-nakuti kami saja.

              Seorang teman yang baru ku kenal mengungkapkan rasa takutnya kepadaku, soal kecemasan kalau-kalau dia tidak bisa mengikuti perkuliahan ini dengan baik. Samar-samar, aku juga mulai merasakan ke khawatiran itu, kurasakan kekhawatiran itu merambat dalam darahku, mengalir dan terhentak dalam setiap sel otak membuatku seakan bertanya

“kenapa aku harus jadi dokter?”

              Siang itu adalah jam dimana dekan untuk kali pertama mengajar di hadapan kami para mahasiswa baru, semua menunggu untuk melihat sosok orang nomor satu di fakultas ini, beberapa menyibukkan diri dengan bercerita di teras luar dan beberapa lagi terpaku pada layar gadget terbaru mereka tahun ini. 

              Tak lama kemudian seseorang datang, seorang lelaki yang mungkin berumur 40-50 tahun berjalan ke arah kami, di tangan kirinya tergenggam sebuah tas berwarna agak gelap, lelaki itu, dengan setelan kemeja rapi dan rambut yang sedikit colak membawa kami memasuki ruang kelas yang sesak oleh puluhan manusia.

Lalu lelaki itu sibuk menyetel laptop dan mempersiapkan bahan ajarannya, terlihat tenang namun ligat. Kemudian dia berdiri di hadapan kami semua dan memperkenalkan diri

              Namanya Dr. Yuwono, dan ternyata dia tidak begitu lama menjadi seorang dekan, baru terhitung sekitar dua tahunan. Tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang membuatku merasa bahwa dia punya hal yang lebih dari cukup untuk memimpin fakultas yang ‘katanya’ bergengsi ini, sesuatu di dalam dirinya yang membuatnya terlihat begitu berbeda dari dokter-dokter yang lain.

Apa itu ?

Atau hanya perasaanku saja ?

              Dia sosok yang sangat hebat menurutku, bukan hanya soal gaya bicaranya atau apa yang ada di dalam kepalanya, tapi lebih dari itu. dia mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah dan dia tidak diam begitu saja.

Dia tidak berasal dari daerah ini, tapi dia mau berdiri di barisan paling depan untuk memperjuangkan kebenaran yang selama ini ditutup-tutupi pihak tertentu tampa takut sesuatu akan menghancurkan hidupnya. Dia mengatakan apapun kebenarannya dan dia tidak menutupi. Dia mengatakan bahwa dia akan berusaha merubah sistim itu

Dr. Yuwono bercerita, jikalah sistim yang terjadi di jambi ini terus berlanjut maka Indonesia tidak akan pernah lepas dari kebobrokan. Berbicara soal praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang selama ini berlangsung kepada kami yang belum mengerti apa yang terjadi di sini. Dia menyadarkan kami bahwa ada yang salah, memberitahu soal apa yang terjadi jika kekuasaan di campur adukkan dengan pendidikan.

Seolah ingin memberitahukan kami bahwa dia siap, bahwa dia tidak takut. Dia akan merobah sistim salah yang selama ini berlangsung

              Saat dia berbicara, beberapa kali aku menatap matanya, kedua bola mata yang menyiratkan kesungguhan itu beradu dengan mata lemahku. Tatapannya dalam dan penuh arti. Ada mimpi disana, mimpi jika suatu saat nanti fakultas ini akan jadi fakultas yang besar, mimpi jika nantinya fakultas ini mampu menghasilkan dokter-dokter, perawat dan psikolog yang mampu kompeten di bidangnya dan mampu bersaing di tingkat global.

Bukan hanya bermimpi, dia juga mencoba mewujutkannya

              Dia bercerita soal alasan mengapa dia memilih untuk menjalani profesi ini, bukan hanya soal materi atau kebanggaan

Tapi lebih dari itu, dengan menjadi seorang tenaga pengajar yang nantinya akan melahirkan generasi medis selanjutnya. Tersirat dalam setiap bait kata yang diucapkannya, dia ingin kami menghentikan kesalahan itu dan mulai memperbaikinya, melalui usaha dan kalimat penuh motivasi yang dihembuskannya. dia menyadari bahwa apapun yang akan dia lakukan, tidak akan berarti jika tidak ada generasi yang mampu berdiri dan menyokong peninggalannya nanti.

tekadnya

kepercayaannya

ada yang bergetar dalam diriku hari itu, ada api yang hidup. 

lalu perlahan-lahan api itu membesar dan membakar habis setiap keraguan yang ada, di dalam hatiku dan membangkitkan kepercayaan ku 

bahwa mimpi tidak boleh hanya sekedar menjadi mimpi

yang mengajarkanku bahwa hidup tidak boleh hanya sekedar hidup

lakukan yang terbaik untuk menciptakan dunia yang lebih baik

aku tau aku menemukan contoh yang tepat, menemukan orang yang berfikiran sama denganku, Dr. Yuwono adalah orang pertama di fakultas ini, bukan.... di universitas ini yang benar-benar aku kagumi. 
orang yang akan menjawab hal yang sama denganku....

“kenapa kamu ingin menjadi dokter ? “

 

...." Karna Aku Ingin Merubah Sistem yang Salah...."



Selasa, 20 Agustus 2013

Rasanya Jadi Mahasiswa itu....



Huhhuhuhuhuhu.. (ngangkat barang)

Sret.sret.sret.. (nyeret koper)

Keretek.keretek.keretek (suara hati yang patah.. #eaaaaK )

              Bulan agustus akhirnya tiba juga, semua terasa semakin hari semakin maju meninggalkan bulan-bulan yang lain, juga kenangan yang dulunya hanya sempat tertinggal di short term memory akhirnya perlahan pudar seperti kumpulan debu yang tertiup angin, hilang dan akhirnya tidak pernah kembali lagi *yang cerita lagi sok puitis*.

              Mungkin efek peringatan kemerdekaan Indonesia tercintah (pake ‘H’ supaya lebih HOT)  atau sesuatu yang akhirnya memancarkan aura kemerdekaan kepada cecunguk kuper si sara ini. yah, akhirnya setelah empat bulan lamanya menekam dalam kesengsaraan dan kebosanan hidup tampa status yang jelas dan dijajah oleh rasa bosan yang mendewa, akhirnya aku merdeka juga..

Horeeee !!

Udah lama aku digantung hidup dengan status pengangguran itu, dan rasanya gak enak bangeet. Hidup Cuma sebatas dinding rumah doang, tiap hari harus romusha bantuin kanjeng mami di rumah, belum lagi kalau malam suka susah tidur karna siangnya udah kebanyakan tidur, hidup uring-uringan dan tidak lupa di cemooh temen gegara belum juga move on dari status jomblo.. halaah, capek deh 

They just don’t know whats in my mind really are :P

              Dan akhirnya sekarang aku berangkat kuliah jugak !! kyaaaa.. rasanya seneng banget, ini bakalan jadi awal bagian baru dari hidup aku, aku bakal ketemu orang baru, pembelajaran baru, tempat baru, akhirnya aku gak stuck di bangko (tanpa K ) lagi karna aku kuliah cukup jauh dari sana.
gak ada yang salah dari keberangkatan aku saat itu, kupikir semua akan menyenangkan tampa konsekuensi, tapi mungkin ada beberapa hal yang seharusnya aku sadarin sebelum senang bakalan kuliah. 

              Pertama, baru aja datang ke kostan helem gue….. HILANG !! (ala jin djarum 76)

Jadi ceritanya bapak ngebolehin aku buat bawa motor kuliah ini, jadi waktu baru nyampe kita pergi ke minimarket gitu buat beli sampo, jadi tuh helem di gantungin di motor, eh pas keluar udah lenyap tak berbekas.

Sumpah itu kejadian NYESEK banget

Itu helem kan helem di kasih mama aku !! ada gambar angry bird merah unyu-unyu jugak ! dan itu helem BARU pakek beleee… gak ngira.ngira banget maling helem, bilang dulu kenapa cobak??

Trus aku harus pakek helem apaaaa??? Kamu gak ngerti banget sama aku !! ngertiin aku skali ini aja kenapa? Aku baru nyampe? Kenapa langsung kamu ambil helem aku MALIIIIIIIINNNNGG !! dimana toleransi kamu?? Dimaaannaaaa ?? (jambak.jambak rambut sambil nunjuk.nunjuk gak jelas)

#alay + drama = sinetron

              Aku selalu ngela navas tiap kali ngingat helem kesayangan aku itu, bahkan suatu malam aku pernah mimpiin helem itu dibawa lari sama seseorang lelaki tidak bertanggung jawab dan aku tergopoh-gopoh mengejarnya dari belakang, adegan di slow motion kan, aku menjerit memanggilnya.

Memang, rasa kehilangan itu baru ada kalau kita pernah benar-benar merasa memilikinya… *ngela navas*

              Besoknya (tanggal 19 agustus) fakultas aku ngadain kayak sejenis materikulasi gitu sebelum mulai smester ganjil. Jadi semua mahasiswa nya disuruh datang untuk ngedengerin penjelasan dosen soal gimana belajar di perkuliahan dan skaligus dapat wanti-wanti kalau nantinya kuliah kedokteran itu gak pernah semudah yang dibayangkan.

Jadi dari ratusan mahasiswa itu semuanya dibagi jadi beberapa kelas yang berisi puluhan siswa. Sialnya atau kurang beruntungnya aku terjebak bersama 80-an biji kepala manusia dalam ruangan kecil yang AC nya mati dan Cuma ada 4 ekor kipas angin yang tidak mengipas dengan sempurna di pinggiran kota jambi yang panas kalau siangnya bisa mencape 38 derajat.

Yu bisa bayangkan gimana rasanya .. (ala pak dekan .. haha :D )

Dan dengan mata rabun begini aku harus duduk di deretan depan dimana gak ada jalan udara masuk karna gelap buat presentasi dosen, belum lagi perut keroncongan karna seharian belum keluar dari kelas dan gak ke kantin.. what a perfect day

              Setelah empat jam penuh mendengarkan ceramah dari ibu-ibu dosen yang cantik-cantik :D Hari pertama materikulasi selesai, semua temen-temen yang udah kayak panda aja dengan pakaian hitam putih mereka (juga aku tentunya) berincut.incut pulang ke kandang masing-masing. Aku yang sekarat karna cacing di perut udah pada demo turunin tarif UKT #eeh.. terpaksa berlari terburit-burit ke salah satu rumah makan padang terdekat, beli sepotong ayam gulai dan makan sepiring penuh nasi ala singa kesurupan gende_uwo di siang bolong ditengah tengah savanna (apa sih? -_-)

Dan gua lupa kalau hari itu gua kudu nyerahin bukti pembayaran ke UPT Komputernya universitas gue !!
              Jam andro aku udah nunjukin angka 14.15, seorang temen sebut saja namanya ‘yogi’ (memang nama sebenarnya) mengingatkan dengan sangat baik kalau dia udah ke mendalo buat nyerahin tuh bukti dan nyuruh aku dengan sangat manisnya untuk SEGERA pergi ke mendalo

Well mendalo is tempat dimana pusat universitas gue berada

Dan berita bagusnya itu tempat jaraknya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget dari kosan gue sekarang !!

Mau tau berita bagusnya apa lagi??

Aku gak tau jalan

Krik.krik.krik *suara jangkrik*

Mau tau apa yang terjadi selanjutnya??

Aku melaju motor dengan kencang di jalan yang bahkan aku belum familiar hanya berbekal alamat dan petunjuk dari yogi di WA aku !! itupun hanya kalimat..

Tersesat di jalan mau kesana, bensin hampir habis dan kudu cepat-cepat sebelum BAAKPSI tutup bener-bener bikin nyeseek !! untung aja aku nyampe ke sana dengan selamat

Well, sebenarny masih ada waktu dua hari lagi buat itu, tapi aku kalau udah niat tapi ditunda-tunda biasanya hari besoknya aku beneran lupa ke sana, dan karna itulah aku terburu-buru pergi. 

Pulangnya :

              Aku lupa jalan pulang…..

Yap, aku tersesat soalnya gak belok di belokan ke-dua (ada 3 belokan untuk ke kampus utama) jadinya aku merayap di daerah yang beda dengan tempat dimana aku tinggal, untung aja nih feeling gak jeblok trus ada peta jalan tergantung di atas jalan yang aku lewatin jadi aku bisa pulang, gimana coba kalau gak nemu itu, mana aku lupa bawak hape lagi.. -_-

Nyampe dirumah aku terkapar tak berdaya di atas kesur gak bertenaga lagi, bener-bener shock terapi setelah berbulan-bulan gak ngalamin yang beginian. Aku tepaaar…


Oke itu dulu cerita soal hari pertama jadi mahasiswa versi aku yang absurb banget !! sebenarnya masih ada lagi kejadian yang bikin nyesek juga.. tapi karna keterbatasan waktu jadi sampe disini dulu nulisnya yah.. (bilang aja males) hehe

Jadi mahasiswa itu menyenangkan… tapi…
MEMANG  MENYENANGKAAAN !!! hahahahha :D