Minggu, 04 Agustus 2013

Tidak bisa


Aku bikin ini dengan tingkat kegalauan yang udah stadium akhir. Berharap setelah ngetik ini semua akan berakhir sebatas kalimat-kalimat ini aja tampa perlu di ungkapkan lagi melalui mulut. Berharap nanti setelah habis curhat aku akan diam sendiri dan perasaan ini akan dingin lagi. Tidak tidak..  aku tidak akan menangisi hal ini lagi

Sejak aku terbangun dari mimpi burukku, aku memang memilih untuk tidak membicarakan ini lagi dengan siapapun dan dimanapun. Aku memilih untuk mendiamkannya meskipun aku tau separuh hatiku mati-matian mendorongku untuk menghubunginya. Sekedar mendengar suaranya, atau mengetahui kabar tentangnya. Aku juga sadar betul keinginan hatiku yang kerap kali tidak bisa kutolak untuk sesekali melihat wajahnya dan mengetahui apa yang di lakukan nya bahkan jika itu berarti aku harus diam-diam melihat profil facebook nya atau stalking tweeter miliknya yang bahkan mungkin tidak pernah dia buka.

Tapi hanya sebatas itu saja

Aku berusaha meneguhkan kepercayaanku tentang jalan yang aku pilih ini. bahwa mencintainya adalah sia-sia dan aku harus segera pergi

Aku tau aku harus segera pergi

Aku berusaha memaafkan dan merelakannya seperti yang mereka katakan, aku berusaha berlaku seperti tidak pernah terjadi apapun jika bicara padanya, aku berusaha tertawa dan menggantikannya dengan orang yang lain. Aku sudah melakukan apapun agar aku bisa melupakannya

aku tau bahwa mungkin kehadiranku hanya mengganggu proses nya dengan perempuan itu, mengingat apa yang pernah dia katakan. Meskipun aku berusaha melupakannya 

aku tidak pernah lupa hari itu…

aku tau batas ku, aku tau batas dimana aku harus memperjuangkannya ataupun merelakannya dan aku cukup tau diri. Siapalah aku yang bahkan mungkin tidak pantas mengisi ruang hatinya. Siapalah aku yang tidak sepadan dengannya. Siapalah aku yang hanya sedikit mengerti tentang agama. Kalimat-kalimat seperti itu menghantuiku setiap hari di saat aku menunggunya

mungkin memang lebih baik bagiku untuk tahu diri sebelum berusaha meraihnya lagi

cintanya terlalu sulit bagiku, dengan semua tuntutan yang mungkin tidak bisa semuanya kupenuhi.
Dengan semua keinginannya 

Aku tidak bisa selalu menjadi apa yang dia inginkan dan mengubah semua sisi yang ada didiriku agar menyerupai perempuan itu, aku tidak bisa lebih lama lagi menjadi ‘dia’ yang kedua 

Aku sadar betul siapa aku, dan mungkin kesadaran itu pula yang menjadikan aku kukuh tak tergoyahkan dalam jalanku yang sekarang.

Aku tidak bisa lagi mencintainya.. barang sedikitpun tidak bisa

Meskipun mereka berkata tentang kemungkinan bahwa suatu saat dia akan menyadari siapa yang sebenarnya menyayangi dia atau bukan dan kemungkinan bahwa Allah akan memutar balikkan perasaannya untuk hanya melihat kepadaku saja… aku tetap tidak bisa

Aku tidak bisa lagi mencintainya dengan aku yang sebenarnya

Meskipun malam-malam aku merindukannya, meskipun aku harus berbohong soal apa yang aku rasakan. Aku tetap tidak mau kembali. Aku tetap tidak bisa

Meskipun hatiku meronta memanggil namanya, meskipun air mataku mengalir sendiri mengenangnya…. Apapun yang terjadi aku tetap tidak bisa 

Aku tidak bisa berada di sampingnya, tidak  bisa

Lakukanlah apa yang ingin  dia lakukan, aku hanya akan menonton saja

Tak peduli apakah itu akan menyakitiku, 

Tak peduli apakah akhirnya aku akan menangis sendiri menangisi apa yang tidak aku mengerti

Lakukan saja

Lanjutkan lah

Aku akan lebih tidak perduli lagi

Aku ingin segera melanjutkan hidupku lagi

Aku tidak bisa mencintainya lagi

Dengan alasan apapun

Tidak bisa

Tidak

“….. jangan salahkan keadaan ini sayang,

Semua adalah keterbatasan ku saja

Tak mampu menjadi yang kau mau

Aku mencoba..

Dan aku tak mampu

Tak bisa lagi mencintaimu….

Dengan sisi lainku

Aku tak sanggup menjadi biasa

Aku tak sanggup

Tak ada satupun yang mungkin bisa

Terima kaum seperti aku

Mohon jangan salahkan aku lagi

Ini aku…

Yang sebenernya….”

(kerispatih ~ aku harus jujur~)

Posting Komentar